Kamis, 03 Juli 2014

Pertimbangan agar tidak salah "Memilih Falkutas"

Judul diatas memang klise karena setiap kita akan mengakhiri masa SMA selalu disodorkan pertanyaan seperti itu. Kita selalu dapat peringatan dari guru disekolah agar tidak salah memilih Falkutas yang akan diambil saat kuliah kelak. Yang keluar lewat kata-kata belum tentu keluar dalam tindakan. Itulah yang banyak terjadi saat ini. Banyak orang yang salah memilih Falkutas impian mereka karena banyak faktor. Dari masalah temen, Falkutas yang gampang selesai sampai pengaruh Orang Tua juga ikut campur dalam hal ini.

Namun yang ingin saya angkat bukan masalah seperti yang sebelumnya saya sebutkan tapi permasalahan adalah ngambil Falkutas tapi tidak sesuai "latar belakang" yang kita tempuh di SMA. Saya ambil contoh disekitar saya. Teman saya waktu SMA mengambil jurusan IPA tapi pada akhirnya waktu kuliah dia ngambil Managemen, Iya Managemen. . Padahal saat mendekati kelulusan kita sudah diberi tawaran yang sesuai dengan latar belakang yang kita punya. IPS misalkan, IPS pada dasarnya diberi jatah ke Managemen, Akutansi, Ilmu Ekonomi, Sosiologi dan Ilmu Sastra. Sedangkan IPA juga sudah dikelompokan, mulai dari Kedokteran, Teknik Mesin, MIPA dan Pertambangan. Padahal sudah dikelompokan berdasarkan latar belakang yang kita punya tapi masih aja ada yang nyerobot. Memang IPA secara kasta lebih unggul, mereka bisa ngambil 2 kategori yaitu SAINSTEK dan SOSHUM namun IPS cuma dapet jatah SOSHUM. Mungkin sebagian orang menganggap ini wajar kalau IPA bisa mengambil lahan IPS namun miris bagi saya. Mengapa? Biar saya jelaskan... Kalau ada yang pernah ikut bimbel pasti banyakan yang ambil bimbel adalah anak SMA yang ngambil IPA. Walaupun yang IPS juga ada, tapi gak sebanyak IPA. Tau sendiri kalo IPA itu banyakan ngitung daripada baca. Karena banyakan ngitung dan biar nilainya gak jelek makanya pada nyari bimbel.

Bayangkan ini dipikiran kita kalau ada anak lulusan IPA waktu di SMA tapi dia ngambil kuliah bidang HUKUM akan terjadi seperti ini.

"Tolong sebutkan jenis-jenis hukum yang berlaku di dunia?"

"Hukum Newton, Hukum Archimides, Hukum Pascal, Hukum kekelakan energi..."

*nelen paku satu plastik*

Dosen pun bingung, sebenarnya muridnya yang gak ngerti apa dia yang salah ngajarin orang. Intinya sih cuma ngingetin hati-hati kalo milih, pertimbangkan dulu dan cari tau resikonya. Jangan asal nyelomot kalo gak mau keselomot.

Rabu, 04 Juni 2014

Mari menjadi nakal yang positif

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan stigma bahwa anak nakal itu selalu konotasinya negatif. Apapun yang dilakukan itu negatif pasti disebut nakal. Stigma itu ternyata dari dulu memang sudah membekas dibenak orang-orang. Sehingga orang sekarang sudah mempunyai persepsi bahwa "Nakal itu adalah perbuatan yang diluar kebiasaan orang atau diluar peraturan yang sudah dibuat."

Contoh yang bisa saya ambil adalah ketika disekolah ada aturan kalau saat didalam kelas pakaian harus rapi, rapi dalam arti pakaian dimasukan dalam celana dan memakai sabuk yang tidak berlebihan. Jika ada yang pakaiannya keluar atau tidak memakai sabuk pasti guru-guru akan menganggap bahwa anak itu anak nakal. Tidak hanya guru, bahkan teman sendiri juga bisa berkata seperti itu. Cowok yang rambutnya panjang juga dianggap anak nakal. Kalau memang dia nakal, nakal darimananya coba? Apakah rambut panjang, gondrong, pakaian gak rapi itu pasti orangnya nakal? Saya rasa belum tentu. Namun bisa saja yang kita kenal orangnya pendiam, gak macem-macem justru sebaliknya. Karena kita gak tau apa yang dia lakukan.

Permasalahannya adalah, stigma tentang anak nakal yang selalu identik dengan orang yang suka melanggar aturan dan bertindak diluar kebiasaan orang pada umumnya itu selalu dimulai dari tradisi "Suka ngeliat luarnya aja." Maksudnya ketika menilai seseorang pasti dari luarnya dulu dan langsung yakin kalau "luar" sama bagusnya dengan yang "dalam" Gampangnya adalah ketika kita berkenalan dengan seseorang. Jika melihat orang itu berpakaian rapi, pasti kita akan ngambil kesimpulan kalau dia orang baik-baik. Sedangkan orang yang berpakaian ala anak punk atau apapun pasti ngambil kesimpulan kalau dia orang gak bener, berandalan bahkan anak gak terdidik. Itu parah banget. Hal seperti itu pun masih ada hingga saat ini.
Namun hal itu berbeda ketika saya melihat film Bad Boys. Tau kan film yang dibintangi Will Smith. Ceritanya tentang 2 polisi yang bisa dibilang "Nakal" namun mereka bisa memecahkan kasus hingga selasai. Saat saya melihat film itu, saya memperhatikan mereka dalam menyelesaikan kasus. Walau cara mereka menyelesaikan kasus itu sampai membuat kekacauan di tempat mereka berada dan sering melanggar aturan dari atasan mereka. Satu hal yang bisa saya tangkap adalah walau mereka melanggar aturan dan bertindak ala Badboy setidaknya mereka tahu apa yang harus dilakukan dan menyelesaikan tugasnya walau dengan awalnya selalu terjadi kekacauan.

Selain itu, kita pernah mikir gak sih bagainama para ilmuwan bisa membuat penemuan-penemuan yang kita pakai sekarang ini. Seperti Laptop, Mobil, Handphone atau apapun itu. Menurut saya, hal itu bisa muncul karena ide-ide "Nakal" yang lahir dari ilmuwan itu. Bayangkan saja kalau tidak ada ilmuwan-ilmuwan yang punya pemikrian "Nakal" pasti saat ini kita tidak bisa menikmati barang-barang tersebut. Belum lagi, kalau gak ada orang-orang "Nakal" kita gak akan pernah nonton film The Raid, Fast and Furious, Lord of The Ring atau film yang sering nongol di bioskop. Karena mulai dari sutradara, editor, aktor sampai seluruh crew yang ikut bikin film itu pasti punya pemikiran "Nakal"yang mereka gunakan untuk membuat film. Hasilnya pun bagus dan disenangi banyak orang. Bahkan kalau di dunia ini tidak ada orang-orang nakal seperti itu, dunia ini pasti menjadi membosankan dan tidak hal-hal baru yang kita temui lalu yang terjadi adalah semua orang akan ngomong "Dunia ini garing banget, gak ada satupun yang menarik.."

Intinya sih menjadi nakal itu lumrah aja, apalagi kalau masih muda. Setidaknya kalau nakal ya harus bisa tanggung jawab dan jangan kebablasan kalo udah tua. Malu sama anak cucu kita kelak. Orang yang punya pemikiran "Nakal" adalah orang yang bisa mengubah lingkungan sekitar kita. Entah perubahan positif atau negatif tergantung mereka yang melakukannya. Selama kita nakalnya kearah yang bener dan gak merugikan orang lain, ya udah lanjutin aja.... Orang mau ngomong apa BODO AMAT... 

Senin, 24 Maret 2014

Assassin Creed IV : Black Flag Review

Udah lama saya gak posting sesuatu karena kebanyakan pikiran. Selama itu saya memikirkan apa yang saya mau posting kali ini. Kali ini saya akan membahas tentang Assassin Creed IV: Black Flag. Game ini pasti banyak yang tahu dan banyak juga yang udah namatin game ini. Walau udah rilis pas tahun 2013 kemarin namun gak ada salahnya untuk dibahas. Mumpung seri berikutnya belum keluar (kalau memang ada)



Setiap game Assassin Creed series pasti akan membawa kita pada suasana peperangan dan kehidupan jaman dahulu. Assassin Creed IV : Black Flag akan membawa kita pada masa kejayaan bajak laut. Seperti halnya di film Pirates Of The Caribbean, hanya saja kapten bajak lautnya adalah seorang Assassin. Dia adalah Edward Kenway, kakek dari Connor (Assassin Creed 3). Awalnya dia hanyalah seorang bajak laut namun saa kapalnya diserang dan hanya dia yang selamat. Hidupnya mulai berubah saat dia membunuh dan menyamar menjadi Assassin. Bisa dibilang Edward Kenway adalah "Assassin Dadakan" karena tidak melalui proses latihan seperti pendahulunya. 

Review

Dari gameplaynya sendiri akan lebih banyak berada dilautan lepas daripada didaratan. Kita seakan-akan melakukan perjalanan laut yang menakjubkan. Settingan pada abad 18 dilautan karibia menanbah suasana dalam game semakin hidup. Ditambah lagi dengan adanya Jackdaw, kapal milik Edward Kenway yang dia ambil saat melarikan diri dari tahanan Templar. Setiap karater di serial Assassin Creed mempunyai ciri khas, begitu juga Edward Kenway. Ciri khas dari Edward Kenway adalah 2 pedang yang ada di sisi tangan kanan dan kirinya, selain itu dia memiliki pistol 4 buah dan tentu saja Hidden Blade. Edward juga mempunyai senjata pendukung berupa bomb asap dan senjata berbentuk pipa ala orang indian yang berisi racun atau obat bius. Gerakan-gerakan dari Assasin Creed IV : Black Flag bisa dibilang gak jauh beda dari sebelumnya (Assassin Creed 3) 11:12 lah. Namun kalau bertarung tanpa senjata biasanya hanya jatuh kesakitan, disinilah bisa langsung dikill. Untuk semacam wanted level hanya berlaku saat dalam kapal saja. Didalam kota udah gak perlu nyopot poster lagi. Side mission udah banyak variasi dan jenisnya. Mulai dari bunuh orang, nyari harta karun, ngancurin kapal-kapal legenda sampai misi dari assassin sendiri, dan tentu saja bisa upgrade Jackdaw, kapal yang digunakan Edward untuk berkelana. Map disini bisa saya bilang luas dan banyak tempat yang bisa dikunjungi. Disetiap tempat akan ada checkpoint, jadi kita bisa langsung fast travel. Mungkin akan banyak yang berpikir kalo mau upgrade kapal atau senjata, harus ke kota atau tempat lain. Disini kalo upgrade kapal bisa langusng dikapal atau ada tempat-tempat yang tersebar di seluruh map. Sedangkan upgrade senjata dan armor bisa langsung ke menu tanpa ke kota dahulu. Lebih simplekan. Gaya bertarungnya buat saya sangat memukau. Walau memang ribet pake dua pedang namun tetep keren. Namanya Assassin pasti punya tempat persembunyian. Tempat persembunyian disini berupa pulautak berpenghuni dengan harta karun yang tersimpan disana. Harta Karun itu bisa dibuka kalau sudah menemukan 5 kunci yang tersebar di map. Satu hal yang menurut saya paling menyenangkan adalah saat menghancurkan benteng pertahanan Templar. Setelah semua tower dihancurkan, lalu masuk ke dalam benteng dan menghabisi pimpinan benteng. Seperti itu terlihat real daripada ngancurin langsung dapet benteng. Terdapat juga pesan botol yang selalu menjadi khas untuk bajak laut, sayangnya saya belum semua pesan botol saya dapatkan.






Sampai saat ini, tetap ada recuitment assassin. Namun untuk Black Flag hanya bisa merecruit crew bajak laut saja. Mereka gak bisa dikontrol seperti seri sebelumnya. Disisi lain, melengkapi crew bajak laut bermanfaat saat ingin menyerang kapal templar atau gampangnya mengurangi terjadinya dikeroyok dalam kapal. Terakhir, jangan lupa juga untuk mengupgrade tempat persembunyian Edward karena upgrade tempat persembunyian akan menguntungkan kita diantaranya free recruitment crew bajak laut sama "tukang pukul"

PLUS
  • Equpiment lebih ringkas.
  • Kill bisa memakai tangan kosong.
  • Pistol ada 4 jadi bisa irit waktu
  • Upgrade kapal dan equipment bisa di tempat yang sama dan gak harus ke kota
  • Hunting hewan di laut dan daratan
  • Adanya pembajakan kapal templar menambah nilai + 
  • Banyak cara untuk farming
  • Side mission lebih banyak.
  • Gak ada "Wanted Level" dalam kota

MINUS
  • Map yang luas dan banyak fast travel bikin males menjelajah
  • Side mission beragam namun kebanyakan.
  • Hanya ada recruitment crew bajak laut.
  • ngekillnya lebay
  • Side Mission tersebar dimana-mana. Bikin males fast travel

Hanya segitu yang bisa saya bagikan. Untuk tipsnya sama dengan postingan Assassin Creed 3. Happy Gaming

Jumat, 31 Januari 2014

Penonton dan Pemain Bola

Pernah gak liat orang nendang bola tapi bola melewati gawang dan kena/hampir kena sama penonton dan yang nonton marah-marah? Sebenarnya siapa yang pantes disalahin? Yang nendang bola atau yang nonton? Kebanyakan orang pasti nyalahin yang nendang bola. Karena yang nonton itu pasti langsung marah-marah biar yang nendang bola ngerasa bersalah. Udah teruji dan terbukti benar. Namun menurutku yang nendang bola gak salah. Kok bisa? Kita bahas secara bertahap.

Tahap 1
Saat main bola, pasti pemain bola nendang bola ke arah gawang. Pas nendang bola, pemain udah berusaha ngarahin bola ke arah gawang tapi kita gak tahu yang nendang bola ngeluarin tenaga seberapa. Entah gede atau kecil, kita gak bisa prediksi. Lagipula pas nendang bola, pemain gak ada waktu buat ngitung vektor, sudut dan gaya yang harus dibutuhkan buat nendang tepat ke arah gawang, kalo ngitung yang ada bola malah direbut lawan dan gak jadi nendang.

Tahap 2
Bola udah ditendang. Melenceng dan mengarah ke orang yang lagi lewat atau yang lagi nonton. Entah kena atau nggak asal bolanya ngarah ke arah gawang pasti penonton itu akan marah-marah dan nyalahin si nendang bola. Pokoknya yang nonton entah kena bola/nggak pasti langsung marah-marah. Karena dengan marah duluan, kita bisa buat orang ngerasa bersalah entah mereka bersalah atau tidak bersalah.

Tahap 3
Begitu yang nonton tadi marah-marah. Virus "menyalahkan" langsung nyebar ke semua orang. Mereka akan nyalahin si nendang bola. Kalo udah gitu biasanya semangat main bola mulai turun dan main bola dibayang-bayang rasa cemas karena takut nendang bola kena orang lagi atau yang lebih parah penonton yang kena/hampir kesamber bola akan ngebubarin orang-orang yang main bola dan ngelarang main bola ditempat itu. Sedangkan kalo yang nendang bola adalah bocah, yang nonton itu akan ngelaporin orangtua si bocah dan marah-marah lagi biar gak kelihatan bersalah.

Dari situ bisa dilihat kalo orang yang kena/nyaris kena bola akan marah-marah duluan biar yang nendang bola ngerasa bersalah. Jadi kalo main bola terus nendang bola dan kena/hampir kena orang kita jangan terlihat merasa bersalah. Mending jelasin ke orang dengan sedikit ilmiah. 

"Saya udah berusaha untuk nendang bola ngarah gawang, mungkin tenaganya terlalu besar makanya bolanya melenceng. Saya gak bisa ngomong ke bola kalo harus ngarah ke gawang, emang bola bisa ngomong kaya manusia? Saya juga gak ada waktu buat ngitung vektor, sudut dan gaya yang harus diperlukan untuk nendang bola kalo bola mengenai anda berarti itu gak sengaja."

Kamis, 19 Desember 2013

Suka Duka Orang Introvert

Dipergaulan sehari-hari saya cenderung diam. Sekeliling saya banyak yang beranggapan saya aneh atau pembicaraan saya sudah dimengerti mereka. Saya saat berbicara cenderung frontal dan blak-blakan. Gak peduli tentang etika berbicara, sehingga saya sering dicibir banyak orang. Saya juga gak tahan dikeramaian dalam waktu lama. Awalnya saya berpikiran apa yang salah dengan diri saya? Apa yang salah dengan orang-orang disekitar saya? Akhirnya saya menemukan bahwa saya adalah orang Introvert. Jika kalian pernah merasakan hal yang pernah saya rasakan, kemungkinan besar kalian juga orang Introvert.

Introvert sendiri adalah kepribadian yang beroriantasi pada 'diri' sendiri. Umumnya orang Introvert untuk memperoleh energi, mereka akan menyendiri untuk waktu tertentu sampai energi mereka pulih. Introvert juga suka berpikir hal-hal yang mendalam, tidak seperti lawan mereka Ekstrovert yang cenderung berpikir hal-hal yang umum dipikirkan banyak orang. Ibarat orang menyelam, orang Ekstrovert menyelam dikedalaman 0-100 meter sedangkan orang Introvert bisa sampai kedalaman 500 m. Karena orang Introvert suka berpikir yang mendalam maka orang Introvert gak suka orang yang ngomong basa-basi. Basa-basi hanya membuang waktu saja, sehingga apa yang kami bicarkan selalu terdengan blak-blakan dan frontal. Jika kalian pikir kami berbicara tanpa berpikir, itu salah. Sebenarnya kami memikirkan apa yang kami ingin bicarakan setelah itu baru kami ungkapkan. Itulah yang membuat kami sering kesulitan dalam PDKT. Kita mulai obrolan, dia udah ilfeel duluan. Padalah obrolannya gak berat-berat amat. 

Orang Introvert sering dibilang anti sosial. Siapa bilang kita anti sosial? Sebenarnya Intorvert punya temen, namuan temen mereka gak sebanyak orang Ekstrovert. Kita paling punya temen dekat 1 atau 2 orang. Walau hanya 1 atau 2 orang saja, kita termasuk pendengar yang baik. Jika diantara kalian punya teman orang introvert. Berbahagialah karena kalian adalah salah satu orang kepercayaan kita. Gak udah takut walau kami cenderung diam tapi cocok buat temen curhat kok.

Saya pernah mengalami kesulitan waktu berorganisasi. Saat berorganisasi kesulitan untuk bekerja dalam kelompok. Terkadang yang sering ngomong itulah yang paling dapet peran atau jabatan. Belum kalau pas diajak diskusi, saya gak bisa apa-apa karena rame dan ditekan terus-menerus. Sampai saya dibilang "Gak bisa diajak mikir." Gak bisa diajak mikir?! Sebenarnya waktu itu saya udah mikirin sesuatu cuma ngomongnya yang gak tau gimana. Karena omonganku rada objektif. Takutnya mereka yang gak ngerti. Makanya aku terima diem sampai diskusi selesai atau lewat temenku untuk ngomongin pemikiranku. Bahkan saya pernah diputusin pacar karena cenderung diam dan gak aktif ngomong. Susah sih hidup jadi orang Introvert, 1 dari 3 orang didunia terdiri dari orang Introvert. Apalagi kita hidup di dunia orang Ekstrovert, karena meraka kaum mayoritas. Terkadang, kebiasaan orang introvert yang menurut kami wajar tapi menurut mereka (Ekstrovert) gak normal dan aneh bagi mereka.

Bagi kalian yang Ekstrovert. Jangan langsung mutusin kesimpulan sendiri kalau belum tau aktivitas orang Introvert. Karena cara Intorvert dan Ekstrovert berbeda jauh. Jangan paksa kami untuk ikut cara kalian. Jika kami lagi pengen sendiri atau menjauh dari keramaian itu karena kami kehabisan energi  untuk berhadapan dengan kalian. Untuk Introvert, biarpun kita minoritas tapi jangan memaksa diri untuk ikut dengan orang Ekstrovert. Karena kita punya cara berpikir mendalam dan bersifat "Memberi pilihan" bukan "Memutuskan" dan dalam pekerjaan kita lebih untung karena gak suka basa-basi. 

Kamis, 12 Desember 2013

Anniversary yang Salah Kaprah

Sering kali saya melihat dijejaring sosial istilah anniversary.  Anniversary artinya hari jadi sebuah hubungan atau peringatan dalam waktu setahun sekali. Sayangnya ketika kata anniversary masuk ke Indonesia dan menjamur ke ABG-ABG, kata anniversary menjadi salah kaprah dan jauh dari arti sesungguhnya. Jika kita perhatikan, banyak yang bikin status macam begini "Happy anniversary 3 bulan sayang." atau "Happy anniversary ke-30 ." Mungkin bagi mereka itu bener, karena artinya hari jadi. Namun kalo kalimat itu dipake diluar negeri atau dipake dihadapan orang yang ngerti bahasa inggris. Ya nggak bisa lah! 

Kenapa gak bisa?

Barusan tadi searching digoogle. Sebenarnya kata "Anniverasary" yang membuat artinya adalah tahunan adalah kata "Ann" itu sendiri. Sedangkan orang Indonesia cenderung memperingati tanggal jadiannya setiap sebulan sekali. Itu sudah terjadi sebelum kata "Anniversary" menginvasi ABG-ABG Indonesia. Dari pertama kali aku mulai pacaran memang sudah begitu. Tiap sebulan sekali pas tanggal jadian selalu diperingatin. Entah jalan bareng, makan bareng atau tuker-tukeran hadiah. Sampe gak dirayain, dibilang udah gak sayang. Bahkan telat ngerayain juga dibilang gak sayang. 

Kedua. Mungkin orang-orang indonesia apabila menangkap pengertian, itu gak lengkap. Asal udah tahu artinya, langsung diambil kesimpulan sendiri. Seperti Anniversary itu. Ketika orang-orang tahunya arti Anniversary adalah hari jadi. Langsung disimpulkan dan dipakai begitu saja tanpa cari tau maksud penggunaan kata yang tepat dimana. Jadi kalau Happy Anniversary ke-30, masa mereka udah jadian selama 30 tahun. Gak mungkin kan? Jika aku nemuin temenku bilang begitu atau buat status seperti itu, aku malu. Karena mereka cuma ikut-ikutan orang lain dan gak tau arti sesungguhnya. 

Jadi yang gak pengen salah kaprah. Pas mau ngomong atau bikin status anniversary pastikan kalian udah jadian setahun, Baru kata "Anniversary" dipakai. Jika terpaksa bulanan ganti dengan kata "Monthversary"

Rabu, 23 Oktober 2013

Kehidupan Gamer (Part 7)

Kehidupan Gamer part 7....

Sudah berapa gak buat postingan tentang kehidupan para gamer pada umumnya. Intinya udah lama sekali saya gak buat postingan seperti ini.

Saya akan bicara tentang Konsol Vs PC, tepatnya adalah game konsol Vs game PC. Jujur, saya awal ngegame dari game konsol, seperti Play Station, XBOX dan Nitendo dan beberapa tahun yang lalu saya juga mulai ngegame di PC. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya "Hampir semua gamer pasti berawal dari PS". Saya akui, game konsol memang jembatan orang menjadi gamer. Mungkin anda berpikiran sama seperti saya? Mungkin juga tidak. Gak masalah. 

Suatu hari saya iseng buka kaskus dan liat thread tentang PC lebih baik dari Konsol. Orang itu mengganggap kalau Game PC lebih bagus daripada Game Konsol. Saya berpikiran kalau yang buat thread itu adalah bocah. Kenapa? Yang membuat saya yakin, karena bocah itu pertama kali main game dimulai dari PC. Mainnya pun kemungkinan besar adalah Point Blank. Karena kebanyakan mainnya bermodalkan cash dan bacot. Kalo gak percaya, bisa cek sendiri. 

Kembali ke Konsol Vs PC. 
Beberapa teman saya bilang sama saya kalau "konsol lebih enak daripada pc." begitu juga sebaliknya "pc lebih seru daripada konsol" Dari pedapat teman saya tadi, saya berusaha mencari tahu apa yang membuat mereka lebih suka konsol atau pc. 
Baiklah, jika diperhatikan Konsol dan PC sama-sama membutuhkan kaset CD untuk main, namun PC lebih diunggulkan karena PC gak harus menggunakan CD untuk main. Cukup download game lewat si Google atau ngopi master sama temen udah bisa buat main. Sedangkan konsol, harus masang CD baru bisa jalan. Disimpen dalam konsol juga bisa tapi gak bisa download langsung walau sudah tersambung internet. Dari sisi spec. 
Sepintas terlihat PC lebih bagus daripada Konsol. Karena PC bisa diupgrade secara keseluruhan, beda dengan Konsol. Pengalaman saya dulu waktu upgrade Xbox 360. Ternyata xboxnya gak dibongkar cuma update dari Xboxnya sendiri, tapi dari efisiensi menang konsol. Karena konsol gak harus upgrade setiap saat kalo ada game baru, mungkin sekali upgrade bisa tahan 3 tahun. Beda sama PC, kalo mau ngegame dengan kualitas HD, biasanya akan sering-sering upgrade PC apalagi tiap game punya spec sendiri-sendiri. Jadi bisa aja tiap game baru yang specnya tinggi, PC akan diupgrade sampe habis jutaan karena mereka menyesuaikan spec dari game tersebut. Gak semuanya ngelakuin gitu kecuali kalo banyak duit.

Jadi pada intinya, PC dan Konsol punya kurang dan lebihnya masing-masing. Tergantung kitanya aja enaknya gimana. Mau bertahan di konsol atau ke PC dan gak usah diperdebat lagi soal ginian. Sebisa mugkin kita bisa adaptasi dengan konsol ataupun PC.