Rabu, 28 Maret 2012

The Raid

The Raid, atau dalam bahasa Indonesia "Serbuan Maut" jadi fenomena saat ini. Gimana nggak, Baru kali ini orang Indonesia rela ngantri lama buat nonton film The Raid dan ditayangkan di 4 negara, serentak. Namun sebagian masya rakat juga belum ada yang tau. "The Raid apaan sih?" , "The Raid Film mana sih, kok banyak banget yang nonton?".



Film ini mernceritakan 20 pasukan khusus yang menyergap seorang Gembong Narkoba yang bernama Tama(Ray Sahetapi), Tama bersembunyi di sebuah hotel yang tidak tersentuh aparat, sehingga banyak kriminal-kriminal yang berlindung disana. Operasi ini dipimpin oleh Jaka(Joe Taslim). Saat menyelinap masuk, di lantai 6 keberadaan mereka diketahui oleh Tama, dan seketika anak buah Tama menyerang mereka habis-habisan. Sebagian besar tewas seketika, namun Rama (Iko Uwais) mampu bertahan dan menyerang balik anak buah Tama. The Raid juga di tayangkan di AS dengan judul The Raid : Redemption , Scoring film ini dibuat oleh Mike Shinoda, Personil Grup Band Linkin Park. Yang buat Orang Indonesia ngantri nonton karena The Raid dapat penghargaan di berbagai festival film di dunia.


Film ini, kita dimanjakan dengan bebrapa koerografi yang membuat anda menahan nafas sejenak. Tidak hanya itu juga, Gareth Evans sangat detai dalam pengambilan gambar. Yang membuat saya kagum dengan Film ini adalah.karakter antagonis, Mad Dog (Yayan Ruhian).

Disini, Mad Dod membuang senjatanya dan menggunakan tangan kosong untuk menghabisi Jaka sampai tewas,
Belum lagi karakter Tama (Ray Sahetapi). Saat mengeksekusi 5 tawanannya dengan pistol, 4 diantaranya mati, ketika hendak mengeksekusi orang terakhir, pelurunya habis dan dia berkata "Sabar ya". Di laci meja ada pali dan amunisi, namun dia mengambil palu dan menghabisi orang itu sampai tewas.


Rabu, 21 Maret 2012

Assassin Creed 3 - Reveal Trailer

Minggu, 04 Maret 2012

Busta Rhymes ft Chris Brown - Why Stop Now

KISAH KASIHan DI SEKOLAH

Banyak orang bilang, masa yang paling indah adalah masa sekolah. Namun saat ini, Pepatah tersebut hanya pencitraan semata.

berikut adalah bukitnya

  1. Pikiran selalu terbebani oleh materi dan pelajaran dari sekolah. Pengennya cepet lepas dari penderitaan,tapi apa daya, gak bisa apa-apa. Parahnya tekanan dari orang tua yang maksain ambil jurusan IPA, karena gampang kuliah dimana-mana
  2. Mata Panda atau lebih dikenal dengan kelelahan. Jam 6.30 udah disuruh berangkat, pulang sekolah jam 15.00, belum lagi kalo ada kegiatan yang gak jelas (Les tambahan), bisa sampe jam 18.00 dan akhirnya ngerjain tugas sampe tengah malam, walau kebanyakan pagi-pagi udah minta PR temen...
  3. Langkah Gontai . Maksudnya adalah jalan menuju masa depan yang makin berat
  4. Basket atau lebih dikenal Basah Ketek. Stress mikirin pelajaran - pelajaran berat, apalagi kalo sudah berkaitan dengan angka dan guru yang super galak.

    Kasihan ya, masih muda udah diserang STRESS

  5. Kapasitas Tas . Ini yang bikin orang Indonesia badannya gak tinggi-tinggi, tiap hari suruh bawa buku banyak, sampe badanya pada bungkuk semua. Apalagi kalo gurunya minta buku ini-itu, bisa bawa 10 kg dalam sehari.

    Inspired : Serial Mice, Kompas. Dengan sedikit penyesuaian

Jumat, 24 Februari 2012

Pertama nyoba Open Mic

Open Mic, adalah bagian dari Standup Comedy dimana setiap comic(Pelaku standup) memulai karir mereka disini, dan menjajal materi mereka

Open mic sendiri tahap belajar bagi para comic, tapi yang mau nyobain gak usah khawatir... Biarpun belajar tapi yang ini gak masuk UN kok, bagi ABG yang mau nyoba, silahkan...

Di jogja sendiri ada Komunitas Standup Comedy dan udah banyak orang yang nyoba Open Mic tapi yang Masih berstastus Pelajar baru saya sendiri. Namun karena saya mau mencoba bagaimana rasanya berstandup comedy, sayapun memberanikan diri. Bisa ditebak hari pertama "GAGAL"

Umumnya pertama kali nyoba, gagal, langsung mundur dan menghilang dalam jagka waktu yang lama.
Tapi hal itu gak ngaruh buat saya, malah saya penasaran "Gimana biar bisa dapet respon dari audience?" Dari situ saya mulai mengasah materi dan mengamati comic-comic lain yang sudah berkali-kali tampil dipanggung.

Saya sendiri bangga bisa bergabung dengan Standup Comedy Jogjakarta dan menjadi bagian keluarga mereka. Biar paling muda sendiri tapi saya gak peduli dengan sekitar, malah sukur-sukur bisa jadi materi buat di panggung. Saya teringat dengan perkataan salah satu comic Jogja, Alit-alit Jabang Bayi bilang sama saya "Santai aja, kamu masih banyak waktu buat belajar."

Kamis, 16 Februari 2012

Pencitraan (Sekolah)

Sebelumnya, gue udah pernah singgung tentang salah satu pencitraan di sekolah gue. Mari acak-acak pencitraan di kalangan Sekolah.

Tau sendirikan, yang namanya gadget udah jadi satu kesatuan sama mereka. Dimana aja, kapan aja pasti banyak ABG lagi jalan-jalan sambil bawa Blackberry. Apalagi keluaran terbaru, sekali dapet langsung pamer

"Eh.. Gue baru dibeliin BB baru nih, guys"

"Harganya 4 juta, Fiturnya lengkap lho..."

Itu baru segelintir contoh Pencitraan yang gue lihat. Dimana temen-temennya udah punya BB dan ingin citranya gak jatuh depan temennya, makanya dia beli BB, biarpun gak ngertinya cara makenya, Pokoknya prinsip ABG adalah "yang penting punya BB biar bisa dipamerin"

Ini mungkin udah umum dan sering kalian lihat tapi karena gue bahas pencitraan di sekolah makanya gue singgung lebih dalam. Misalnya, Pas lagi pelajaran, loe gak suka pelajaran itu tapi karena gak mau citranya jatuh apalagi kalo ikut OSIS, jadi dengan sok taunya nanya ke guru agar dapat citra "Murid Tedalan" karena hobinya nanya-nanya (Pencitraan).

Ternyata gak cuma murid aja yang pencitraan, kepala sekolahpun ternyata bisa pencitraan juga. Heran gue, kepala sekolah sekarang gak mau kalah sama muridnya.

Jadi, Setelah Ibadah rutin biasanya ada pengumuman, dan kebetulan pengumumannya murid-murid yang menang lomba.

"Nak, Contohlah kakak-kakak ini *No Name* mereka mendapatkan prestasi yang luar biasa, Mereka mampu membawa nama sekolah didepan banyak orang"

Yang bikin gue bingung, "Kenapa Trofinya diklaim milik sekolah?"

Jelas-jelas mereka lombanya atas nama individu, bukan nama sekolah. Ibaratnya Sekolah cuma kena ampasnya karena mereka sekolah disana. Setau gue, mereka ikut atas dasar diri sendiri dan pihak sekolah cuma ngasih bantuan doa,kalo mereka tau.

Yah, namanya juga kepala sekolah, harus berwibawa di hadapan guru, karyawan dan murid. Karena ingin citranya bagus apalagi kalo ketemu sama ketua yayasan, langsung Pencitraan mode: ON

Sabtu, 04 Februari 2012

Pencitraan (Ibadah)

Hari ju'mat, sebelum pelajaran biasanya ada ibadah. Tapi yang buat gue heran adalah aps guru agama bilang "Ibadah ini jangan jadikan formalitas tapi kesempatan untuk mendekatkan diri." Ada benernya juga kalo mendekatkan diri, masa iya, kalo bukan formalitas, sebelum ibadah ada guru yang merazia tipa-tiap kelas?


Saat ibadah, kebetulan yang tugas adalah kelas lain. Karena ibadah kristen (karena sekolah gue kristen)jadi ada "MC" yang rangkap jadi penyanyi, bagi yang gak nyanyi mereka dibelakang penyanyi, entah ngapain. awalmya gue pikir mereka Backing vocal, tapi kok ada yang maju ke depan terus bikin koreo, dan koreonya kayak "Acara musik pagi di TV". Namanya Ibadah kan harus serius, gak main-main. Nah, pas liat ibadah kemaren kayaknya bukan ibadah tapi gue ngerasa liat Dahsyat di RCTI. Gimana nggak? Jogetnya aja alay gitu. Dibilang kreatif... bisa tapi gak sesuai, kecuali mereka ibadah di perkumpulan orang-orang alay, baru cocok.


Ada lagi yang bikin gue bertanya-tanya. Kenapa yang nyanyi belagak "Peduli" di depan, tapi gak tau kan dibelakang kaya gimana? Biasanya yang nonton petugas nyanyi. Umumnya, mereka gak pada nyanyi, Dihitung secara perbandingan sekitar 3:1 lah...


Muncul lagi dibenak gue pada yang nyanyi. Saat pada diem, gak ada yang nyanyi, dia bilang "Temen-temen, kok gak ada yang nyanyi? Katanya mau muji Tuhan?" Mentang-mentang ibadah, dapet giliran tugas terus berani ngomong pake kata "Tuhan". Ini yang gue sebut pencitraan, karena pas mereka gak dapet giliran tugas, duduk dibelakang, loe pasti gak mau nyanyi kalo belum diomelin guru/petugasnya, tapi kalo udah di depan dan diliat langsung sama guru, baru deh mulai pencitraan, biar gak dapet pandangan negatif dari orang lain. Buat gue, sama aja loe munafik depan mereka. Karena gue sering mengamati mereka jadi tahu mana yang pencitraan dan yang nggak.