Sabtu, 20 Oktober 2012

Transisi

Gak tau kenapa tadi punya pemikiran tentang "Perubahan". Jangan mikir ini perubahan tentang politik, karena saya gak punya ilmu politik sama sekali. Kalaupun tahu sekedar dari TV sama koran doang.

Jadi kronologisnya gini, pas keluar mau beli lele goreng di samping rumah. Pas lagi nunggu pesanan, gak tau penyebabnya apa, saya kepikiran mantan, gak tau kenapa? Maklum, sekarang masih "Menyendiri" dan pengen nikmatin masa-masa bebas. Namanya juga masih muda!. Masih pengen bergaul dengan banyak orang, nyari aktivitas sebanyak mungkin atau mau ngabisin weekend sambil berkutat dengan hobinya.

Begini yang ada dipikiran saya tadi. Pasca putus dengan mantan saya, sebut aja namanya Anna. Habis putus, awal-awalnya masih nyoba ngubungin dia. Namun karena gak mau stuck disitu terus, sejak itu saya mulai memutus komunikasi dan mengubah sikap saya ke dia. Pada awalnya gak ada kecurigaan sama sekali. Saya masih tenang-tenang aja. Waktu Anna nyoba ngubungin saya. "Kalo mantan nyoba ngubungin kita  pasca putus itu cuma basa-basi doang." karena udah kepikiran seperti pas liat postingannya nemplok di wall saya.
'Cuekin aja, ngapaiin ditanggepin!' dan beberapa saat semudian gak ada komplain dari Anna. 

"Kayaknya udah berhasil nih." Yes! Disitulah saya mulai kembali ke kehidupan lama saya. 

Saya menghilang dalam sesi latihan beberapa saat agar tidak bertemu Anna, karena kita berkenalan pas latihan Parkour. Entah karena alasan apa? Anna menghubungi saya sehari sebelum ultah saya. Seperti biasa dimulai dengan perbincangan basa-basi.

"Cie... yang besok ulang tahun! selamat ya." 
Terus tak bales gini. 
"Ya, makasih ya. Tumben banget SMS, ada apa?" 

Dari sini saya curiga sebenarnya ada apa? Padahal dia yang minta putus, secara logikakan "kalo bilang 'putus' pasti udah gak mau berhubungan lagi." Kok malah jadi gini! Gak sesuai sama yang dipikiran saya, bahkan berlawan dengan logika. Akhirnya saya ikuti alur komunikasi dia dan intinya dia ingin bersahabat dengan saya. Yah... Seperti kebanyakan pasangan yang belum lama bubar. Setelah gagal berpacaran, salah satu diantara mereka minta jadi sahabat. Yang minta selalu orang yang pengen putus. Biarpun Anna adalah pacar pertama saya. Untuk permasalahan seperti itu saya bisa nebak apa yang terjadi. karena banyak peristiwa yang teman saya alami dan kebanyakan nonton TL orang galau serta liatin FTV malem kalo gak bisa tidur. 

Saya berusaha menahan-nahan jawaban agar dia gak ganggu kehidupan saya. Padahal saat itu, baru aja mulai Move On. Sampai Rivi, temen chatting saya dari Paderglang juga kena imbasnya. Pasalnya selama galau, saya banyak curhat sama dia. Biarpun gak pernah ketemu secara reguler, setidaknya semuanya udah terlampiaskan pas cerita sama Rivi. Mungkin selama itu Anna stalking TL saya dan mikir kalo saya curhat sama Rivi. Gak enak juga sih. Masa masalah pribadi, orang lain juga kena imbasnya?
Gak berhenti sampe disitu, Pas latihan kita ketemu dan Anna berusaha ngobrol sama saya. Tentu saja tak cuekin.

"Kok dia dateng latihan ya? Ya udah cuekin aja." Kalimat ini yang ada dipikiran saya pas ketemu Anna.

Dari situ saya masang sikap dingin dan apatis. Mulai awal latihan sampai maghrib saya cuekin terus. Gak peduli dia ngomong apa.
Kira-kira habis latihan, Mandi, makan terus tiduran sambil nonton TV. Ada PM Facebook masuk, ternyata dari Anna. Dia memperdebatkan sikap saya terhadap dia pas latihan sore itu.

"Ish, kamu kenapa tadi diemin aku? aku ajak ngobrol, aku panggil, kamu gak jawab. Terus kamu tadi marah-marah sendiri kenapa?"

"Emang kenapa sih?"

" Bukanya gitu. Aku tau kamu marah sama aku Ish. Aku cuma mau minta maaf sama kamu."

Kira-kira gitulah percakapannya. Habis udah lama banget kejadiannya. Setelah itu yang terjadi adalah saya terhenti dari masa transisi dari Galau ke Move On. Padahal udah meditasi pake lagu Eminem - No Love, Linkin Park - Burning in the skies sama Avril Lavigne - Get Over It. Namun usaha ini sia-sia, dalam sekejap hilang. Hingga akhirnya saya mencoba jalan keluar lain yang jarang dilakukan orang lain yaitu konsultasi sama psikiater. Kedengarannya gila tapi itu yang saya lakukan. Dari tanya temen sekolah sampe temen-temen parkour gak ada yang tahu tempat praktek psikiater. Sampai saya masang status di Facebook, berharap dapet alamat psikiater.

"Bagi yang punya kenalan atau tahu alamat psikiater tolong kasih tau. Penting."

Beberapa lama saya mosting, akhirnya dapat alamat psikiater di daerah Gondokusuman, Yogyakarta. Sayangnya, yang bikin amsyong adalah sebelum saya berangkat ke tepat psikiater, Anna gak sengaja baca status saya. Saya pikir 'dia cuek aja.' Namanya juga udah putus, pasti gak mikirin hal itu. Ternyata dugaan saya salah. Justru dia bales status saya lewat statusnya sendiri. Keesokan harinya, Anna SMS kira-kira jam 6 sore. Saya kaget. "Ngapain dia SMS?" Karena penasaran saya lihat dan isinya, mengejutkan!

"Ish, maafin aku udah nyakitin kamu, aku tau kamu sayang sama aku, aku nyesel. Aku sedih liat kamu jadi gitu gara-gara aku. Tolong hidup lagi. Aku mau jadi temen/sahabat kamu, itupun kalo kamu mau?"

Habis baca, SMSnya gak tak bales dan berdiam di Inbox HP, mungkin sekarang udah hilang entah kemana. Pasca baca SMS dari Anna, Kalimat yang tercantum langsung membekas dipikiran saya selama beberapa hari. Hingga imbasnya pada perayaan Natal, itu menjadi Natal pertama saya yang paling amsyong. Karena saya bukan mikirin misa Natal malah mikirn Anna, yang gak tau ngapain. Misa Natal yang harusnya berakhir dengan sukacita justru berakhir dengan kegalauan sepanjang malam. Sambil lihatin HP, mungkin karena pengaruh kalimat tadi, Membuat saya sering liatin Facebook dan nunggu ucapan "Selamat Natal", khususnya dari Anna. "Padahal udah diputusin kok masih ngarepin juga?" Mungkin dia ingin mengubah pola hubungan kami yang dulunya pacar jadi sahabat. Transisi seperti ini memang gak asing bagi orang yang pernah pacaran, termasuk saya. Sejak kejadian itu saya merasa ada perubahan dalam diri saya. Saya mengalami transisi. Jika saat itu saya emosional menghadapi Anna. Sekarang saya mencoba menghadapi dengan tenang dan menggunakan logika. Mencari tau sebab dan akibatnya serta cara mengnyikapi dia kalo gak sengaja ketemu 4 mata.

Tanpa kita sadari, Siklus pacaran juga mengalami Transisi. Saat awal bertemu kita KENALAN, tahap perkenalan dimulai dari perbincangan singkat dan tukeran Pin BB sama Nomer HP. Setelah tahap kenalan, kita berpindah ke tahap PENDEKATAN. Tahap perdekatan selalu dimulai dengan percakapan yang sudah dikemas untuk mencari tau tentang gebetan, atau sekarang dikenal dengan "Kepo". Lanjutan dari tahap Pendekatan biasanya dimulai dengan ngajak jalan bareng. Dirasa cukup, orang akan berpindah dari PENDEKATAN ke tahap JADIAN. Tahap ini selalu terjadi apabila ada hubungan timbal balik, baik pelaku maupun target. Setelah itu masuk ke tahap PACARAN.  Dari pacaran kita bisa masuk ke pintu galau atau berakhir di pernikahan.

Gak hanya siklus pacaran. Hidup kita juga mengalami Transisi. Mulai dari bayi, sering kencing dicelana. Seiring berjalannya waktu, kita tahu kalo mau kencing harus ke kamar mandi atau nyari pohon kalo kepepet.   Masuk ke anak-anak, kita mulai belajar apapun yang dilakukan orang lain dan niru yang dilakukan orang. Seperti naruh makanan di piring, ngomong "Papa-Mama" dan main diluar sama anak tetangga sebelah. Ditahap Remaja, kita udah mengalami banyak transisi dalam diri kita. Seperti mengenal Kosakata beraneka ragam, mulai dari kosakata jalanan sampai kosakata alay. Sama lawan jenis udah "Malu-malu kucing.", Ketemu ejek-ejekan tapi kalo dirumah mikirin dia terus. Tentu saja, udah berani keluar malam serta ngelakuin hal-hal lain yang belum pernah dilakuin sebelumnya. Transisi manusia bersifat terus-menerus. Karena sifat manusia yang gak pernah puaslah, menyebabkan fase transisi terus berlanjut.

Siapapun kita? Latar belakang kita dan apa yang kita lakukan? Seumur hidup akan terus mengalami transisi sampai terbentuk diri kita yang sebenarnya.

Jumat, 05 Oktober 2012

Tipe-tipe guru sekolah.

Guru, siapa yang gak kenal guru? Guru adalah orang yang ngasih kita pengetahuan. Dari situ akan dapat ijasah. Mungkin diantara kalian pernah menemukan guru seperti ini atau kalian mengalaminya saat ini. Namun kalian gak bisa membedakan "tipe apa guru ini?" Saya coba bantu membuka pikiran anda. 
  • Guru Kece
Guru kece adalah guru yang paling disukai murid-murid. Biasanya yang disukai adalah pembawaannya yang nyantai, kocak dan sesuai dengan kehidupan ABG sekarang, bahkan gak tanggung-tanggung mereka bersikap layaknya ABABIL dan memakai bahasa alay. Umumnya guru kece berusia 24-30 tahun dan belum menikah, tapi nggak dipungkiri kalo ada yang udah nikah asal disukai sama murid-muridnya. Guru kece juga eksis di jejearing sosial dan suka ngepoin muridnya sendiri. Dengan kata lain guru kece adalah "Guru yang diidolakan sama siswa." Gak peduli pelajaran apapun, biar sulit atau gampang. Sekali kece tetap kece.
  • Guru Kalem
Guru kalem. Apa yang kalian pikir tentang guru kalem? Yang jelas dia tipe guru yang baik, gak pemarah dan sabar sama siswanya. Ciri-ciri yang mudah dikenal adalah sudah berumur. Susah berumur berarti udah lama jadi guru. antara 10-20 tahun lamanya mereka mengajar. Selain itu, karena lamanya mengajar, sampai-sampai badan mereka gak terurus dan bertambah berat dan condong ke depan. Rambut udah ubanan dan berkumis (untuk cowok). Guru kalem selalu mengajar mata pelajaran yang dianggap 'Gampang'.
  • Guru Ngotot.
Guru ngotot ini salah satu tipe yang baru saya temukan. Guru ngotot secara harafiah berarti "Guru yang selalu menuntut muridnya dalam bentuk apapun."
Contoh gampangnya pas ngumpulin tugas. Modus guru ngotot adalah "Gak ngumpulin tugas, gak ikut ujian semester" , "Saya gak mau tau pokoknya besok tugas sudah dimeja saya." bahan yang lebih parah kalo ulangan, udah selesai tapi ada yang salah, biarpun tuntas tetap disuruh benerin jawaban. Ngotot banget kan? Guru ngotot selalu mengajar mata pelajaran yang berhubungan dengan angka, rumus dan logika dan dalam seminggu cuma datang 2-3 kali. Itupun cuma ngajar doang.
  • Guru Killer.
Jika ada guru kalem, pasti ada guru killer. Sebenarnya guru killer cuma istilah bagi guru yang galak disekolah sehingga ditakuti siswa, bahkan guru juga ada yang takut sama dia. Secara garis besar, guru killer dulunya adalah mantan preman yang tobat dan beralih jadi guru. Biarpun udah tobat, sisi galak dan premannya tetep gak bisa ilang. Guru killer bisa menjabat Kepala sekolah atau Guru BP, namun bisa juga dia ngajar seperti guru lainnya, yang jelas mereka yang paing sering berurusan dengan anak-anak bermasalah. Dari pengamatan yang saya ketahui, guru galak umunnya punya kerjaan lain diluar sekolah. Biasanya jadi pendeta, pastur atau biarawati. Yang pernah masuk di sekolah swasta,terutama sekolah kristen, rata-rata yang jadi kepala sekolah adalah mereka. Pas ada anak bermasalah, gak ada yang mengaba-aba, kata-kata "kebun binatang, omongan preman dan bahasa sinetron pemeran antagonis" langsung keluar begitu saja. Karena saya pernah kecipratan omongan mereka.
  • Guru Genit.
Guru genit juga baru saya deskripsikan sekarang, karena jarang kita temukan guru seperti ini. Guru genit yang jelas dia bapak-bapak berumur dan suka godain cewek-cewek disekolah. Cewek yang digodain juga dipilih dong, gak asal digodain. Bisanya cewek yang digodain adalah cewek yang nilainya tinggi dikelas dan tentu saja populer.
Namun sayangnya, siswa cowok selalu dikata-katain. Aibnya disebar kemana-mana dan sama pacar korban juga disebar didepan umum. Kalo udah gitu, cuma bisa bilang 'Amsyong lw!' Jika ketemu guru seperti ini hati-hati. Jangan terlalu baik sama dia dan jangan terlalu menonjolkan diri. Bisa-bisa guru genit tersebut dapat materi dan dengan cepat disebarluaskan. Ada beberapa sumber yang saya dapat dari teman. Selain genit, guru ini juga mesum. Bayangin ada sekolah yang punya guru mesum!? 'Apa jadinya coba?' 'Haduuhhh....' Sok ngomong bija tapi mesum. Biasanya kalo mau mesum, pasti lari ke Lab Komputer, pastikan ada internet kan. Nah! kalo ada internet dan gak diblock koneksinya. Udah pasti download bokep sebanyak-banyaknya.



Senin, 17 September 2012

Mengungkap Sisi Lain Dari Sekolah.

Lama sekali saya memikirkan hal ini. Karena saya merasa perlu diungkap sisi lain dari sekolah yang anda belum ketahui. Jika kita cuma tahu sekolah sebagai tempat belajar dan mencari pacar. Saya akan mengungkap beberapa hal lain yang didominasi oleh pengalaman pribadi saya sendiri, serta observasi dadakan dengan cara saya.
  • Siswa laki-laki sering terdiskriminasi disekolah.
Sebenarnya gak semua sekolah kaya gitu, karena ada sekolah homogen dan heterogen. Sekolah homogen, sekolah yang isinya cewek/cowok doang, sedangkan sekolah heterogen, sekolah yang cewek dan cowok merangkap jadi satu. Intinya sekolah isinya cewek dan cowok adalah heterogen dan homogen adalah yang sejenis.

Langsung ke topik, Sebenarnya diskriminasinya bukan bentuk fisik atau mental, hanya aturannya yang menyebabkan siswa laki-laki terdiskriminasi. Ada aturan bahwa "Siswa laki-laki rambut tidak boleh panjang." Sedangkan yang perempuan rambutnya boleh panjang, untuk mengatisipasinya siswa laki-laki harus sembunyi-sembunyi biar rambutnya gak dipotong. 'Lagipula kenapa gak dikucir aja, kan gak ada peraturan tertulisnya' Jadi kalo rambut kalian dikucir sebenarnya gak masalah, kan gak ada peraturannya. 

Berikutnya saat ijin ke kamar mandi. Saya sering lihat cewek kalo ke kamar mandi pasti nyari rombongan. Alibinya takut pergi sendirian atau apapun yang mereka ucapkan karena saking banyaknya. Sedangkan cowok kalo ijin rame-rame. Gak ada hujan gak ada petir langsung dicegah sama guru piket. Alasannya ke kamar mandi harus gantian. Coba pikir "Kenapa mau ke kamar mandi harus nunggu teman yang balik ke kelas baru boleh keluar, sedangkan sekolah punya kamar mandi banyak?" dan sekolah saya punya kamar mandi banyak. Peraturan yang aneh tapi nyolot. Sekalian aja bikin kamar mandi di atas lereng gunung biar bisa gantian yang ijin.
  • Sekolah memaksa kita menyukai pelajaran yang tidak kita suka.
Umumnya manusia selalu ada hal yang disukai dan tidak. Itu manusiawi dan tidak bisa dipaksakan. Misalkan "A" gak suka makan makanan pedas namun "B" justru ketagihan makan makanan pedas. Bisa dibilang "Suka atau tidak suka" adalah pilihan. Namun hal ini tidak berlaku di sekolah.

Bayangin, Disekolah kita belajar lebih dari 10 mata pelajaran, 6 mata pelajaran UN dan sisanya untuk 'Menuh-menuhin rapor.' Pasti diantara itu ada pelajaran yang kita suka atau tidak. Alasanya pun beragam bagai budaya Indonesia yang banyak. Pernah suatu ketika, Pagi sebelum pelajaran. Karena gak ada guru, kepala sekolah langsung nyelonong masuk begitu saja. Saat didalam, dia ceramah beberapa hal yang jelas saya gak tau maskudnya. Pas itu juga dia bertanya kepada seluruh kelas.

"Ada pelajaran yang gak disukai?"

Entah memang ngincer saya atau saya punya daya tarik tersendiri, dia pun nunjuk saya.
Spontan saya jawab.

"Mandarin bu"

Mandarin adalah pelajaran paling ribet. Ngomong aja udah beribet, karena kalo kita ngomong "Satu kata tapi nadanya beda itu udah beda arti" Belum lagi Pinyin, Pinyin semacam huruf kanjinya mandarin. Kalo bentuknya simpel gak masalah, hanya saja bentuknya sulit untuk dihapalin. Gak percaya, coba aja sendiri.
Memang sih itu dinilai dan masuk rapor tapi kalo emang dasarnya gak suka mau gimana lagi. Anak kecil aja kalo dipaksa makan makanan yang gak dia suka aja nangis. Apa lagi kita yang dipaksa belajar pelajaran yang kita tidak suka kalau bukan karena terpaksa.
  • Manusia mulai mengenal 'Begadang' ketika duduk di bangku sekolah.
Terdengar Ilmiah sekali. Ini bukan sekedar teori yang diabadikan dalam buku/tulisan, namun ini sudah teruji kebenarannya. Saat masih kecil, kita diajarkan oleh Ibu kita untuk gak tidur malam-malam. Paling cepet jam 9. Bermacam-macam alasan dikeluarkan dari 'Dikejar-kejar hantu sampai ngantuk dikelas'.
Namun semakin pengetahuan kita bertambah, rasa kepo pun juga bertambah. Hal itu juga didukung dengan teknologi yang semakin maju dan pergaulan kita yang luas. Hiburan-hiburan menarik justru adanya pas malam hari, lebih tepatnya menjelang tengah malam. Entah nongkrong bareng, nonbar di cafe, liat bokep sambil ngunci kamar dari dalem, bahkan ada yang menggalau setiap menjelang jam 12 malam. Semua hal itu dilakukan sambil begadang. Itu baru dilihat dari satu sisi. Sebenarnya masih ada sisi lain lagi yaitu kalo Ulangan, Tugas dan PR datang secara bersamaan dan harus diselesaikan besok.

Berdasarkan pengalaman pribadi dan realita yang ada sekarang. Rata-rata guru ngasih tugas ke muridnya gak tanggung-tanggung, malah bisa aja pas ngasih tugas dilanjutan dengan ulangan dadakan. Belum kalo sekolah kalian pulangnya sampai sore belum ditambah les privat/bimbel yang bisa menguras waktu 'bermain' kalian. Kemungkinan jika sampai hal ini terjadi, mau gak mau harus mengorbankan waktu tidur kalian untuk main atau belajar sampai begadang.
  • Sekolah mengajarkan kita ilmu tentang Mengospek orang.
Ospek memang tidak bisa dipisahkan dari sekolah. Karena dari sekolah kita mengenal istilah "Ospek". Setiap ajaran baru, selalu saja di semua sekolah mengadakan ospek dan korbannya adalah siswa-siswa yang masuk tahun ajaran baru.

Berdasarkan pengamatan, setiap ospek yang digelar selalu dimulai dengan upacara, biar siswa baru gak merasa tegang, kan kasihan anak-anak baru yang udah semangat masuk masa langsung di ospek. Setelah upacara, mereka dikenalkan dengan guru, karyawan dan tentu saja "Para Pelaku Ospek" yang tidak lain tidak bukan adalah OSIS. Ospek disini, kalian pasti pernah disuruh baris-berbaris sambil panas-panasan, nyari makanan dan minuman dengan petunjuk yang aneh-aneh bahkan ada yang disuruh memakai atribut yang norak dan bersifat mempermalukan siswa baru, atau dalam bahasa kasarnya "membully" siswa baru.
  • Sekolah mulai memperkenalkan "Kasta" pada masyarakat modern.
Kasta adalah istilah pengkelompokan untuk orang berdasarkan golongan-golongan. Kasta diperkenalkan sejak kerajaan Hindu mulai menyebar di Indonesia. Budaya ini juga dilanjutkan dan dipertahankan sampai sekarang. Sekolah salah satu tempat yang masih mempertahankan budaya tersebut.

Jika diperhatikan, sekolah juga ada penggolongan kelas, namanya juga sekolah. Tetapi penggolongannya tidak seperti saat jaman kerajaan dulu. Intinya yang "Bawah" harus menghormati yang "Atas". Karena itu logika dalam pengkastaan. Realita yang sering terjadi adalah saat jam istirahat.

Saat jam istirahat, semua siswa dalam kasta membaur dengan kelompok kasta lain. Umumnya mereka tidak saling kenal satu sama lain, kecuali kelompoknya sendiri. Saat itulah kekuatan kasta mulai terlihat, atau lebih dikenal dengan senioritas.

Misalkan dalam sebuah peristiwa, sekelompok senior sedang asik nongkrong di depan teras dan beberapa yunior mereka lewat. Ketika para yunior lewat, senior pun tidak terima kalo mereka lewat begitu saja tanpa memberi hormat.

"Heh! kalian gak tau ada disini ada senior!? Kalo ada senior kasih hormat dong!"

"Iya kak."

Dengan berat hati dan tertekan yunior menjawab karena takut hidup mereka terancam.

"Pagi kak"

Namun dengan adanya kasta ini menyebabkan para senior jadi Gila hormat. Mereka seakan-akan kecanduan pada kehormatan atau dalam kamus ilmiahnya adalah "Respectholic". Pecandu Respecholic rata-rata adalah para senior dalam sebuah kelompok. Mereka yang menderita respectholic selalu mencari hormat kepada yunior mereka dan menindas mereka agar dihormati baik dengan sengaja ataupun tidak. Saking mereka gila kehormatan, para senior gak segan-segan malakin yuniornya setelah pulang sekolah, sayangnya yang malak posisinya dipojokan sekolah.


Mungkin baru bisa segini dulu. sebenarnya masih banyak yang mau dishare tapi mau gimana lagi.











Rabu, 29 Agustus 2012

Kehidupan Gamer (Part 3)

Seiring berjalanannya waktu, perkembangan teknologi sudah maju. Dibuktikan dengan beberapa turunan konsol yang ada. Dulu kita mengenal PS 1. Berikutnya ada PS 2, PS 3, Xbox, Xbox 360 bahkan yang sedang digemari anak muda sekarang juga tak kalah menyorot yaitu Game Online. Game dengan basis Network, namun dengan jarak yang tak terbatas sehingga orang-orang bisa bermain dengan orang lain tanpa perlu pindah tempat duduk dan tukeran joystick konsol. 

Namun belakangan ini, masyarakat selalu beranggapan bahwa Orang yang hobi ngegame selalu dianggap negatif. Banyak juga orang tua yang melarang anaknya ngegame dengan bermacam alasan. Padahal para pakar-pakar psikologi dan pemerahati anak tidak ada yang berani menimpulkan sisi positif dari Game. Karena sesuatu ada positif dan negatifnya. Jelas-jelas mereka berbicara seolah-olah gaya bahasanya ilmiah, namun sayang mereka tidak mampu menggali lebih dalam lagi tentang kehidupan gamer. Sebagai gamer, saya merasa hal itu tidak benar. Karena yang dimaksud orang-orang tersebut, bukan gamer konsol melainkan gamer yang biasa main di gamenet/warnet didekat lingkungan mereka. 

Jika kalian "Mantan' pecandu game online(seperti Seal, RF, PB, Ragnarok). Setiap hari, mereka akan menghabiskan waktu dan uang mereka disana, bahkan ada yang rela begadang demi memuaskan kesenangannya. Beberapa hal yang bikin betah main di gamenet sebagi berikut.
  • Tarif yang murah.
Gamenet selalu penuh dan buka full 24 jam. Belum lagi dengan penawaran-penawaran paket yang murah serta mengrogoti hati kita untuk datang dan duduk, itulah yang membuat mereka betah main di gamenet berjam-jam. Sekalian sebelum main bawa bantal sama selimut, karena di game net gak ada bantal.
  • Ruang lingkup yang luas.
Main di gamenet pasti terkoneksi dengan internet yang membuat kita bisa berinteraksi dengan orang lain. Bahkan kita bisa main bareng mereka. Muter-muter hunting nyari item langka, ngabisin waktu 3 jam baru dapet dikit, kalo dapet langsung dijual atau dipake sendiri. Belum kalo temen kita ada yang jual Weapon, Item dan Pet yang kita butuhkan. Pasti dapet dengan mudah, daripada nyari berhari-hari sampe jenggotan tapi tetap gak ketemu. ujung-ujungnya strees.
  • Menjadi ladang uang
Mungkin ada yang berpikiran kalo ngegame gak nguntingin, justru ada gamer yang sering main malah dapet duit. Kalo udah tau maksudnya ialah "ngejual ID sendiri". Belakangan ini banyak orang yang ngegame dengan niat yang tinggi supaya harga jualnya tinggi. Faktor yang mempengaruhi, kebanyakan adalah banyaknya orang yang males naikin level, pengennya serba instan. 'Ngapain capek-capek main kalo bisa beli ID orang, full equip lagi. Selain ID, juga banyak yang jual Equip, Cash, Item dan Pet. Beginilah kalo sudah cinta dengan hobi, rejeki akan datang dengan sendirinya.
Dari point-point tadi bisa kita simpulkan, bahwa "Yang membikin game mendapat citra miring di mata masyarakat bukan gamenya tetapi tingkah laku gamer yang sudah bertindah di luar batas."

Selasa, 28 Agustus 2012

Sleeping Dogs - Story Trailer

Selasa, 21 Agustus 2012

Antara Pacaran dan Matematika

Gak sengaja saya kepikiran hal ini waktu lagi bengong. Justru kalo lagi bengong suka mikirin hal yang aneh-aneh. Aneh-aneh lho, bukan porno. Umumnya kalo bengong suka bayangin tentang game. terutama game yang sering dimainin. Entah scene, dialog atau adegannya bisa terniang terus di kepala sampe kebawa tidur. Namun yang ini bikin saya bertanya-tanya.

'Apa hubugannya Matematika sama Pacaran?
'Apa coba!'

Kalo dipikir-pikir memang gak ada hubungannya tapi menurut saya ada beberapa kesamaan. Akan saya deskripsikan secara rinci.

  • Bikin galau
Gak salah lagi kalo matematika bikin galau. Gimana nggak! Udah pelajarannya sulit, Susah dimengerti, waktu berjalan lambat dan yang lebih parah kalo gurunya masuk kategori guru 'Killer'. Malem hari pasti gak bisa tidur karena mikirin pelajarannya dan yang bikin amsyong adalah ketika matematika mulai jam 1.
Hali ini juga sama dengan pacaran. berbanding lurus. kalian pacaran pasti juga galau kan! Punya pacar yang bikin strees. Di mall, lagi ada diskon minta ditemenin shopping. Dimulut bilang 'Karena sayang' tapi didalam hati 'Bikin amsyong ni cewek!' apalagi kalo minta dibayarin dan utang diborjo udah numpuk. Disitu kalian cuma punya pilihan "Mau diputusin pacar atau digebukin sama temennya tukang borjo yang diutangin!"
  • Penuh Pengertian
Penuh pengertian. Kalo pacaran penuh pengertian udah biasa tapi kalo matematika darimana? Begini lho. Matematika kan pelajaran bikin galau. Belum lagi yang namanya 'Trigonometri' biarpun cuma Sin, Cos, Tan dan teman-temannya. Tetap aja banyak yang stress, sampai ada yang gak bisa tidur gara-gara besoknya ulangan trigonometri. Letak pengertiannya adalah kalo kita tahu trigonometri dan tau cara memperlakukannya, pasti ngerjain soal jadi gampang. Ibaratnya orang ngupil, dapat upil, terus tinggal sentil(Walau pada kenyataannya udah belajar mati-matian tetap aja hasilnya nol). Sama juga dengan pacaran, kita diminta harus ngertiin pacar kita. Gak peduli dengan kondisi kita sendiri, tetap aja diminta ngertiin(pada kenyataannya, yang banyak nuntut cewek) Mau lagi belajar, lagi nongkrong, lagi ngapain apapun namanya, kalo cewek punya permintaan tapi cowok gak bisa nurutin ujung-ujungnya 'Loe-Gue-End'.
  • Pendekatan
Seperti halnya pacaran. Menurut saya matematika pun ada pendekatannya. Kalo deketin gebetan pastinya harus punya trivia tentang dia dari A sampai Z. Bedanya kalo matematika, pendekatannya udah ada teorinya dan bersifat mutlak. Bayangin aja, trigonometri yang rumusnya cuma sin, cos, tan aja perlu pendekatan khusus biar tau cara jawab soal, mau cara "Terlihat pintar' atau "Terlihat bodo" semuanya bisa. Deketin gebetan pun gak jauh beda, Kalau udah tau Trivia dari si doi atau baca buku '1001 cara menggaet gebetan' tinggal bagaimana cara kita mengembangkan itu agar berkesan menarik dan tak terlupakan oleh dia.



Minggu, 12 Agustus 2012

Kehidupan Gamer (Part 2)


Saat itu saya masih belum tahu apa-apa tentang PS, udah kaya orang bingung ngapalin rumus pelajaran matematika, apalagi trigonometri. Amsyong dah lw! . Megang stick saya bingung sendiri liatin bentuk-bentuk. Ada gambar segitiga, kotak, silang dama lingkaran, padahal biasanya cuma nemu pencetan A sama B doang, Tetep aja mencetnya asal-asalan.

Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai ngerti Mainnya gimana? mencetnya udah gak asal-asalan lagi dan yang paling menguntungkan adalah banyak mengenal genre-genre game. kalo dulu, Jaman masih merem game. Bingung, Ini game apa? Kok kaya gini? Kok mainnya ribet banget?

Itulah pas waktu saya belum mengenal betul 'Game'. Kalo dibilang yang jadi favorit saya adalah genre RPG atau Real Player Gaming. Dimana kita mein game ini serasa dikehidupan nyata, misalnya Harvest Moon, Digimon World series, Final Fantasy, Kingdom Heart dan masih banyak lagi. Itu tadi contoh Game RPG yang udah melegenda yang artinya Sebagian Gamer pasti tahu game itu. RPG juga yang bikin saya mulai punya teman sesema gamer. Pas SD, kalo lagi ngumpul sama temen-temen pasti sering muncul pertanyaan begini.

"Wes ketok endi koe?"

"Wes entok opo wae?"

"Wes tamat durung koe?"


itu contoh pertanyaan yang sering muncul kalo ngobrol bareng sesama gamer. Emang sih, kalo pertanyaannya gitu terus bosen tapi mau gimana lagi, rasanya pengen balik pas ngobrolin game-game jadul kaya dulu.